TAHUN BARU 2009


Saat hari beranjak petang, matahari pun mulai bersinar redup, aku pun bersiap untuk memulai perjalanan ku. Perjalanan menuju kekasihku berada, hari ini dia cantik sekali menggunakan shirt abu2, celana jeans dan sepatu kets. Mmmhh dia wangi sekali aku pun awalnya juga wangi tapi terbawa oleh angin diperjalanan sehingga luntur sudah. Malam pun tiba setelah azan magrib berkumandang, kulepas solat berjamaah dengannya.

Indah sekali kurasa malam itu bersamanya, walaupun kita hanya berpusing – pusing  (kata orang malay) kota jakarta yang gemerlap lampu jalan dan perkantoran serta gedung – gedung pencakar langit, meriahnya kembang api dan suara terompet mengisi malam itu, sepertinya ceria semuanya.

Tapi apakah semua kegembiraan ini bisa dirasakan semuanya, mmmmhhh sepertinya juga tidak.

para penjual terompet pun mulai meniup sendiri terompetnya… hahahahhaa mungkin senang terompetnya laku terjual karena malam itu cerah sekali, tidak seperti tahun baru kemaren yang disertai dengan hujan.

sepanjang perjalanan dia selalu memeluk ku erat, bahkan hingga memelukku kuat – kuat seakan – akan takkan membiarkan ku pergi begitu saja meninggalkannya, memang bukan itu mau ku juga, atau mungkin karena dia melihat kejadian yang amat membuat dia shock. korban tewas akibat kecelakaan di terowongan arteri pondok indah yang menyebabkan kemacetan dari dua sisi jalan. Kemacetan terjadi bukan karena kecelakaan maut tersebut, tetapi ramainya para pengendara yang ingin melihat TKP.

Kuparkirkan motorku dipinggir subway, sehingga dia bisa melihat TKP, entah apa yang dilihatnya sehingga ia begitu miris. Banyak mobil polisi katanya. Bagaimana kejadian sebenarnya kita tidak tahu, yang pasti jalan tersebut ramai sekali dari arah kebayoran menuju pondok indah, sedangkan dari pondok indah menuju kebayoran tidak terlalu ramai. Kata orang sekitar terjadi tabrakan antara mobil dengan motor.

Ya allah semoga keluarga yang ditinggalkan dapat tabah, dan harus ada yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Malam terus berlalu kami pun terus melanjutkan perjalanan kami, sesampai di tempatnya aku merasa lega akhirnya bisa ku pulangkan kembali dia dengan selamat, “selamat malam sayang”. Dia cium tanganku melepasku tuk berjalan pulang. “hati – hati jangan kenceng – kenceng”. Itulah perkataan yang tak pernah lepas darinya.

Dengan mata terngantuk – ngantuk ku bawa diri ini tuk mencium kasur guling dirumah, oghhh alangkah indahnya dunia, badan terasa pegal, pantat seakan mati rasa. dari selepas magrib hingga jam 2 pagi aku berada diatas motor, setahun diperjalanan wakakakkakak.. so gila..

Hooaaaammmm…

Pagi yang indah tak sadar sudah jam 8.30 tidak biasanya aku bangun jam segini. Badan yang serasa remuk tak bertulang kini telah bugar kembali dan siap di geber kembali, kali ini kita berjalan menuju kota kelahiran ibuku tercinta, dengan planing yang ngga muluk – muluk. Bapake mulai mengajak jalan kita semua sekeluarga dengan motor, perjalanan yang sebentar kok katanya. Hanya sampai bogor rencananya, tapi walhasil di teruskan lah sampai ke sukabumi. Ini bukan pertama kalinya aku pergi naik motor ke sukabumi, ini pertama di tahun 2009 touring family hahahah mungkin itu cocok buat bikin stiker. Kita sekeluarga pergi semua jadi ada tiga motor karena kita 6 bersaudara.

Yang menjadi pikiran ku ialah apakah mereka semua bisa menjaga kondisi dan emosi, aku hanya membuntuti dari belakang melihat mereka semua, kita semua seneng sekali bisa bertemu dengan sanak famili, yah memang kita jarang pulang kampung. oleh karena itu rindu sekali rasanya si ibu. keberangkatan kita menempuh waktu 7 jam, buset… lama banget ya, ya begitu lah “alon – alon asal kelakon” lagipula kita juga sempat neduh karena diguyur hujan di sekitar parung kuda. Sedangkan tuk arah pulang kita hanya menempuh 5 jam dimulai dari jam 6. Bagaimanapun juga kita harus kembali kerumah.

Dan fenomena yang terjadi saat pulang ialah dengan kelangkaannya bensin di sejumlah SPBU, susah sekali kita mencarinya sehingga kita menemukan SPBU yang masih menjual. Dan itu pun harus mengantri. Apakah ini permainan dari para pengusaha SPBU, atau memang bener habis karena tidak ada stock.

Usaha sekali – sekali rugi gpp dong, toh juga sudah menuai untung yang banyak kok. Roda itu bulat bung.

huh tahun baru yang mengesankan, dan besok saat menjumpai kekasih lagi 2 jam perjalanan, tapi gpp demi kekasih ku tercinta apapun akan kulakukan demi nyai.

Selamat tahun baru 2009

Semoga apa yang dicita – citakan dapat terwujud.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s